Senin, 14 Desember 2020

Bahaya Money Game di Masyarakat dan Peran Serta Direct Selling dalam Perekonomian Tanah Air di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 berhasil mengacaukan finansial sehingga membuat banyak orang kehilangan mata pencaharian, lalu mencari uang dengan mencoba berbagai cara termasuk menjadi bagian MLM atau Multi Level Marketing.

MLM menjadi salah satu dari sekian banyak bisnis yang diminati masyarakat untuk keluar dari himpitan ekonomi di tengah pandemi virus Covid-19 ini. Skema bisnis MLM dipercaya dapat menjadi cara mencari tambahan maupun penghasilan utama. 

Sayangnya minimnya edukasi masyarakat terkait MLM ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum pelaku MLM ilegal untuk merekrut anggota. Banyak pelaku melakukan money game dengan berkedok MLM.



Apa perbedaan MLM dan Money Game?

Sebelum aku masuk ke pembahasan lebih dalam, aku mau jelasin secara sederhana apa itu MLM dan Money Game? MLM dan Money Game itu sama atau enggak? 

MLM itu sebenernya konsep marketing dengan tujuan supaya makin banyak produk yang laku terjual,dan MLM ga 100% bodong. Untuk tahu MLM apa saja yang benar, kita bisa cek di website apli.or.id karena salah satu syarat MLM legal dan aman yaitu terdaftar di APLI.

Terus kalo Money Game itu apa? Aman atau enggak? Money game bisa dibilang konsep MLM yang melenceng dari jalurnya, dan money game udah pasti enggak aman. Dari istilah money game aja kalo diartikan artinya adalah Permainan Uang. Money game hanya fokus di downline (merekrut anggota) dengan claim keuntungan yang over claim.


APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) 

APLI, merupakan singkatan dari Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia, adalah suatu organisasi yang merupakan wadah persatuan dan kesatuan tempat berhimpun para perusahaan penjualan langsung (Direct Selling/DS), termasuk perusahaan yang menjalankan penjualan dengan system berjenjang (Multi Level Marketing/MLM) di Indonesia. 

Untuk menjadi anggota APLI tidaklah mudah, karena wajib memenuhi persyaratan & ketentuan yang ketat dari pemerintah maupun dari pihak APLI sendiri, karena itu tidak semua perusahaan MLM terdaftar di APLI, apalagi MLM yang tidak jelas yang hanya punya SIUL & SIUPL saja. 

Saat pandemi ini dimana banyak orang membutuhkan pekerjaan, Direct Selling ini menjadi pilihan. Setiap orang dapat menjalani bisnis dengan modal kecil dan tidak diperlukan punya keahlian khusus.

MLM merupakan bisnis jangka panjang, sehingga bagi teman-teman yang ingin masuk ke dunia MLM, aku sarankan untuk cek terlebih dahulu apakah sudah terdaftar di APLI atau belum. 

Untuk mengatasi MLM ilegal /money game yang sedang maraknya belakangan ini, APLI menyelenggarakan APLI Talkshow selama 3 hari berturut-turut, dimana pada hari pertama membahas tentang Peran Serta Industri Direct Selling Dalam Perekonomian Di Tengah Pandemi.

Sebelum memutuskan untuk direct selling, ada 8 poin yang menjadi tolak ukur apakah sebuah perusahaan Penjualan langsung legal atau tidak, yaitu :

  1. Apakah ada produknya
  2. Apakah komisi dibayarkan pada penjualan produk dan bukan pada uang pendaftaran
  3. Apakah penekanan pada penjualan produk, bukan pada peringkat
  4. Apakah tidak ada kolerasi langsung antar jumlah yang di rekrut dan konpensasi
  5. Jika rekrutmen dihentikan hari ini, apakah peserta masih bisa menghasilkan uang
  6. Apakah ada kebijaksanaan pengembalian produk yang rasional
  7. Apakah produk memiliki nilai pasar yang wajar
  8. Apakah ada alasan yang menarik untuk pembeli


Selain mengedukasi masyarakat supaya tidak terjebak money game, APLI bersama pemerintah dan penegak hukum terus berupaya memberantas praktik-praktik ilegal.

Bahkan untuk anggota APLI yang menyalahi atau melenceng dari kode etik, keanggotaannya akan di bekukan sementara hingga menunggu hasil sidang pengadilan. Lalu jika hasil sidang diputuskan bersalah, APLI akan mengeluarkan perusahaan / bisnis tersebut dari keanggotaan dan mengikuti proses hukum yang berlaku. 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Kal di @kalenaefris