Minggu, 29 Maret 2020


Indonesia adalah negara dengan sejuta keindahan alam yang luar biasa. Aku yakin kamu bakal setuju dengan peryataan barusan. Yaaa khann? Keindahan ini tersebar ke seluruh penjuru negara, mulai dari Sabang sampai Merauke. Karena keindahan alam ini, Indonesia semakin sering dikunjungi oleh para traveller yang mencari spot-spot pemandangan terindah di dunia.

Pict : Gunung Bromo

Ada banyak tempat wisata alam yang bisa dikunjungi di Indonesia, salah satu yang paling terkenal adalah objek wisata alam Gunung Bromo. Udah banyak banget yang mengetahui bahwa Gunung Bromo adalah salah satu gunung api yang masih aktif di Indonesia sampe saat ini. Tetapi karena masih aktif inilah yang membuat banyak orang penasaran dan mulai mengunjungi Bromo.

Gunung yang memiliki ketinggian 2329 meter di atas permukaan laut ini di kelilingi oleh awan-awan yang mengelilingi gunung. Dari atap penanjakan objek wisata Gunung Bromo ini kamu juga bisa melihat keindahan Gunung Semeru dan terbitnya matahari dari ufuk timur. Sebagai orang yang suka banget cekrak-cekrek, tentu kesempatan ini sangat perlu diabadikan sebagai koleksi galeri dan sosial media karena di waktu ini kamu akan disajikan dengan pemandangan eksotis yang sangat instagramable. Kalo istilah jaman now mah rugi wehh kalo ga poto :v

Tidak hanya pemandangan alamnya. Kawasan Bromo juga memiliki budaya lain yang akan melengkapi wisata kamu. Salah satu budaya yang terkenal adalah budaya Yadnya Kasada. Yadnya Kasada adalah festival tahunan yang berisi persembahan yang dibuang ke Kawah Bromo sebagai ungkapan rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Jika kamu ingin mengunjungi kawasan wisata Gunung Bromo ini, maka kamu wajib melakukan penanjakan atau pendakian. Biasanya pendakian ini akan dimulai sekitar pukul 03.00 dini hari untuk mengejar indahnya sunrise atau terbitnya matahari yang sangat indah. Pada saat matahari terbit inilah waktu yang cocok untuk melakukan fotografi maupun videografi.

Jika kamu berpikir wisata alam di dataran tinggi hanya pendakian, maka kamu perlu mencoba ke kawasan Bromo ini. Di kawasan ini kamu akan menemukan banyak hal lain selain pendakian Gunung Bromo. Apa saja hal lain yang ada di kawasan Gunung Bromo? Berikut beberapa poin tentang wisata lain yang ada di Bromo, Jawa Timur.


Bukit Teletubbies

Jika kamu pernah menonton serial anak Teletubbies, tentu kamu akan teringat dengan bukit hijaunya yang khas. Bukit ini bisa kamu temukan di kawasan wisata Gunung Bromo. Bukit-bukit ini ternyata bisa kamu temukan di Bromo, lho. Di sini kamu akan menemukan banyak bukit dengan rumput hijau mempesona yang bisa dijadikan sebagai spot foto kamu.

Pict : Bukit Teletubbies

Gurun Pasir

Di daerah Bromo juga terdapat gurun pasir yang menjadi salah satu tempat favorit pengunjung. Gurun ini dinamakan dengan Pasir Berbisik. Kawasan ini dipenuhi oleh pasir-pasir yang sangat luas. Bahkan gurun ini pernah menjadi latar dari film Pasir Berbisik yang membuat kawasan ini menjadi sangat terkenal.

Ada satu hal menarik yang ada di gurun ini, yaitu ada sebuah tempat yang digunakan untuk ibadah atau sembayang Suku Tengger. Suku Tengger sendiri adalah suku asli di Jawa Timur yang mendiami kawasan wisata Gunung Bromo. Suku inilah yang mengadakan acara tahunan festival Yadnya Kasada.

Pict : Pasir Berbisik

Dari penjelasan di atas tentu kawasan Bromo merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Yaa khaan? Hehehe. Untuk tiket masuk sendiri, kamu hanya perlu membayar Rp.29.000 saja di hari biasa dan Rp.39.000 di hari libur. Di sini kamu juga bisa menyewa beberapa kendaraan, seperti kuda, sepeda, dan jeep dengan kisaran harga Rp.1.500 sampai Rp.10.000 per tiketnya.

Sooo itulah penjelasan singkat aku mengenai kawasan wisata Gunung Bromo yang sudah terkenal di masyarakat lokal dan mancanegara. Jika kamu ke sini pastikan kamu membawa syal, jaket, dan masker karena tempat ini dingin bangett dan berisi pasir yang bisa saja membuat kamu tersedak maupun sesak napas. Selamat berwisata, gaesss!! 

Minggu, 08 Maret 2020

Guys, siapa disini yang hidupnya dipenuhi segudang cita-cita? Menjadi dokter? Polisi? Atau seperti kids jaman now yang kalo ditanya cita-citanya justru akan jawab "youtuber"? Hihihi semakin meluas aja ya cita-cita anak jaman now, dan sebenernya ga ada yang salah lohh. Justru yang harusnya jadi tanda tanya besar adalah saat orang sama sekali ga punya cita-cita. 

Ngomongin cita-cita, sempat kepikiran ga sih guys sama keluarga ke depannya mau gimana? Apakah cita-cita kita bisa menjembatani harapan kita terhadap keluarga. Kalo aku sih kepengen banget ngajak keluarga ke tanah suci, dan pengen banget mereka ga kerja lagi, karena aku ga tega ngeliat mereka masih harus banting tulang di hari tuanya.


Sebagai anak jujur aja suka kepikiran nanti orangtua aku gimana? Hari tuanya apa akan sehat-sehat terus sehingga bisa merasakan langsung keberhasilan anaknya? Kalo misalnya sakit-sakitan gimana? Apalagi sekarang aja ibu dan ayah udah sering ngeluh sakit. Sebagai anak kok rasanya sedih ya...

Hal inilah yang akhirnya membuat aku mencari tahu tentang asuransi. Inget banget pas pertama-tama kerja aku akhirnya mutusin untuk membuka polis kesehatan di Prudential sebagai bentuk peduli aku terhadap kesehatan. Aku ga mau keluargaku sedih dan pusing dengan pengobatan ketika aku sakit.

Nah beberapa hari yang lalu aku menghadiri event di FX Sudirman dan mendapatkan ilmu baru tentang pentingnya asuransi jiwa, terlebih asuransi jiwa berbasis syariah, asuransi yang menyadarkanku bahwa bentuk cinta itu tidak hanya kita lakukan selagi kita masih hidup, tetapi bisa menjadi bukti peduli dan cinta kita sekalipun kita pergi lebih dahulu meninggalkan orang-orang terkasih. 

Seperti biasa, ilmu-ilmu yang aku dapatkan bakal kurang afdol kalo misalnya aku telan sendirian, jadi aku akan ulas di blog kali ini. Mengingat saat ini kesadaran masyarakat mengenai perlindungan jiwa masih rendah. Terbukti dengan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang menunjukkan bahwa pada 2019, tingkat penetrasi asuransi jiwa di Indonesia baru mencapai 1,2% dibandingkan dengan total Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini masih tertinggal dari negara-negara lainnya seperti Korea Selatan (8,4%), Jepang (6,2%), dan Tiongkok (2,8%).



PRUCinta, Asuransi Jiwa Berbasis Syariah by Prudential

Jadi guys, dilandasi oleh kebutuhan keluarga Indonesia dalam mengelola kesejahteraan mereka, pada 03 Maret 2020 Prudential meluncurkan Asuransi Syariah PRUCinta. PRUCinta inu membawa sejumlah keunggulan seperti santunan meninggal yang lebih optimal, kehadiran PRUCinta menegaskan komitmen kuat Prudential Indonesia selama hampir 25 tahun dalam mendengarkan, memahami dan mewujudkan berbagai kebutuhan perlindungan nasabah dan masyarakat Indonesia, baik yang berbasis konvensional maupun syariah. 

Mengikuti tren permintaan atas produk keuangan berbasis syariah yang terus meningkat, Prudential Indonesia memperluas portofolio perlindungan berbasis syariah untuk semua (sharia for all) dengan menghadirkan Asuransi Syariah PRUCinta. Solusi terbaru ini adalah bentuk warisan cinta nasabah terhadap orang-orang terkasih karena hanya cinta yang dapat hidup selamanya. 


Pentingnya Membuka Polis Asuransi Syariah PRUCinta

Menurut OJK, masyarakat Indonesia yang memiliki tujuan keuangan fokus semata-mata untuk memenuhi kebutuhan harian mereka, dan hanya 1,5% yang mempersiapkan dana darurat. Tentunya hal ini sangat berisiko untuk keberlangsungan keluarga. Karena jika terjadi sesuatu yang mendesak, seperti musibah kehilangan sumber pendapatan utama, maka jangka waktu ketahanan keuangan mereka relatif lemah. Hampir tiga dari empat orang (72,1%) mengakui hanya mampu bertahan kurang dari tiga bulan, bahkan sebagian diantaranya tidak lebih dari satu bulan. 

Seperti yang udah aku bilang tadi tentang kesadaran masyarakat yang rendah. PRUCinta lahir di tengah minimnya pemahaman pengelolaan keuangan masyarakat Indonesia, khususnya pada produk-produk asuransi syariah. Faktanya, indeks literasi asuransi syariah hanya 2,51% dan inklusi asuransi hanya 1,92%. Selain itu, berdasarkan data AAJI kuartak tiga, tercatat ada 17,8 juta peserta asuransi jiwa individu, namun hanya 1,3 juta orang yang memiliki polis syariah. Padahal asuransi jiwa merupakan instrumen investasi penting ubtuk mengantisipasi risiko meninggalnya sumber pendapatan utama keluarga yang dapat terjadi kapan saja serta dapat memengaruhi kesejahteraan keluarga.

Berbagai pakar finansial menyarankan bahwa tiap keluarga perlu menyiapkan dana darurat untuk kondisi mendesak dan tak terduga, seperti meninggalnya sumber penghasilan utama. Dana ini harus dengan mudah dicairkan dan mencakup minimal total pendapatan rumah tangga selama satu tahun.

Demi melindungi ketahanan keuangan keluarga yang ditinggalkan, PRUCinta memberikan manfaat sebagai berikut :
  1. Manfaat santunan meninggal dunia dari Dana Tabarru yang lebih optimal selama 20 tahun dengan pembayaran kontribusi selama 10 tahun.
  2. Manfaat jatuh tempo berupa nilai tunai dari Dana Nilai Tunai yang dimaksimalkan setara 100% kontribusi yang telah dibayarkan jika tidak ada klaim selama masa kepesertaan.
  3. Manfaat 3x santunan asuransi meninggal akibat kecelakaan dan 4x santunan asuransi meninggal dari Dana Tabarru dalam periode enam minggu sejak tanggal 1 Ramadhan yang ditetapkan oleh pemerintah sesuai ketentuan polis. 


Cinta Hidup Selamanya, Kita Tidak

Pastinya kita memiliki orang-orang yang sangat kita sayangi. Kita akan melakukan segala cara demi membuat orang-orang yang kita sayangi hidup bahagia, termasuk di bidang finansialnya. Tapi apakah terfikir oleh kita, bagaimana jika kita terlebih dulu meninggalkan mereka untuk selama-lamanya? Terlebih jika kita selama ini menjadintulang punggung keluarga. Bagaimana kehidupan mereka setelah kepergian kita. 

Itulah pentingnya untuk mempersiapkan secara maksimal demi kesejahteraan hidup orang-orang terkasih. PRUCinta bisa menjadi salah satu media atas perasaan cinta kita kepada mereka dengan memberikan perlindungan yang besar dan nyata. 


Minggu, 01 Maret 2020

Siapa yang kalo musim hujan mutusin untuk enggak ke gunung karena ga mau kena badai hujan di gunung yang semakin besar berpeluang terkena hypotermia? Atau males sama jalurnya yang becek dan licin? Hahaha kalo aku sih dua-duanya. Aku kalo abis hujan-hujanan di gunung dimana pakaian basah kering di badan, besok-besoknya badan langsung demam. Udah lemah banget aku tuh sekarang, udah gampang sakit, intinya udah ga sekuat dulu huhuhu.

Jangankan di gunung yang emang fisik akan diporsir lebih keras dari biasanya, di kota aja kalo kena ujan bakal langsung gejala demam. Hemmm padahal kalo diinget-inget beberapa tahun belakang fisik enggak selemah ini. Dulu mah mau kena hujan-panas-hujan-panas badan tetap fit-fit aja. Sekarang mah boro-borooo. Makin bertambah tua kali yaaa hahaha.

Btw sekarang aliran (jiah aliran :v) udah mulai bergeser sih emang. Kalo dulu seneng main di jalan, sekarang udah males panas-panasan. Dulu ke gunung sebulan 4 kali, sekarang 2 bulan sekali naik gunung aja udah syukur. Dulu seneng ngumpul sama temen-temen sampe malam, sekarang udah males keluar rumah kalo ga ada perlunya.

Bukan hanya tentang hobi dan rutinitas yang beralih, tapi hal-hal yang berbau kesehatan juga. Kalo dulu biasanya konsultasi kesehatan mesti langsung datang ke rumah sakit, sekarang cukup pake aplikasi Pulse aja. Pokoknya ada gejala sakit dikit aja aku langsung cek di Pulse.


Pulse Itu Apa? 

Buat yang penasaran kok aku dikit-dikit ngandalin Pulse, dikit-dikit buka Pulse, aku kasih tau deh ke kamu sebenernya Pulse itu aplikasi apa.

Jadiii, Pulse itu aplikasi besutan Prudential yang menawarkan pengelolaan kesehatan holistik kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan di mana saja, seraya meningkatkan kualitas hidup.

Platform ini merupakan platform terpadu pertama dari jenisnya di Asia, yang fokus awalnya adalah pada layanan kesehatan, termasuk juga layanan kesehatan di Indonesia. Pulse melengkapi program pemerintah Indonesia dalam hal memperluas akses ke layanan kesehatan yang terjangkau, serta meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pola hidup sehat.

Aku suka banget ngandalin Pulse karena aplikasi ini membantu aku banget untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan lebih baik. Pulse menempatkan manajemen kesehatan yang didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) serta informasi real-time di tangan penggunanya.

"Seiring perjalanan kami sepanjang 25 tahun di Indonesia, kami senantiasa mendengarkan dan memahami kebutuhan nasabah, seraya mewujudkan janji kami untuk membantu mereka bertumbuh di dalam kehidupan. Sebagai bagian dari fokus “We Do Technology” Pulse memperkuat komitmen jangka panjang kami untuk membantu masyarakat Indonesia memenuhi kebutuhan hidupnya yang terus berkembang di era digital dan serba terhubung ini." Ujar President Director Prudential Indonesia, Jens Reisch.

Kemudian beliau melanjutkan "Pulse adalah wujud komitmen untuk berfokus pada nasabah, guna menyediakan layanan dengan pengalaman yang lebih baik dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan para nasabah kami."


Selain itu, Ibu dr. Dian Budiani, selaku Chief Operations Officer, Prudential Indonesia juga mengatakan “Pulse memungkinkan kami untuk memberikan informasi kesehatan terkini serta solusi perlindungan kesehatan, sambil mengembangkan peran aktif kami sebagai mitra masyarakat untuk membantu mereka mencapai kualitas kesehatan yang lebih baik secara menyeluruh. Pulse akan terus dikembangkan untuk memberikan layanan yang lebih inovatif serta disesuaikan dengan perubahan kebutuhan masyarakat Indonesia”.

Kenapa Harus Pulse?

Pasti kalian bertanya-tanya dari sekian banyak aplikasi kesehatan, kenapa aku mutusin menggunakan aplikasi Pulse? Jadi ini karena ada beberapa keunggulan yang cocok banget sama kebutuhan aku dan aku suka banget.

1. Healthy Check
Di fitur yang didukung oleh Babylon ini kita bisa mendapatkan tips kesehatan dengan melakukan cek kesehatan. Nantinya kita akan diberikan beberapa pertanyaan seputar kesehata  kita, dimana bisa menilai status kesehatan kita, baik itu gaya hidup, kesehatan mental, kesehatan organ, dan resiko penyakit di masa depan.

2. Periksa Gejala Penyakit
Fitur ini juga didukung oleh Babylon, dimana fitur ini memiliki layanan berbasis obrolan/chat yang menganalisis input awal pengguna dan menanyakan beberapa pertanyaan kepada pengguna, sehingga pengguna dapat memahami gejala penyakit.

Layanan ini juga akan memandu pengguna menuju pelayanan kesehatan yang sesuai, berdasarkan gejala penyakitnya dan menawarkan informasi lebih lanjut tentang penyebabnya.

3. Bicara dengan Dokter
Berbeda dengan fitur di point 1 dan 2, fitur bicara dengan dokter ini didukung oleh Halodoc. Pada fitur ini kita bisa langsung berkonsultasi dengan dokter umum maupun dokter spesialis sesuai dengan pilihan mereka.

Yang aku suka banget dari fitur ini adalah adanya layanan konsultasi kesehatan melalui chat dan video call dengan dokternya. Enaknya lagi fitur ini menggratiskan layanan konsultasi dengan dokternya. Keren banget kannn? FYI ini juga salah satu alasan kuat aku sampe akhirnya menjadikan aplikasi Pulse ini sebagai aplikasi kesehatan favorit.

4. Riwayat Konsultasi
Fitur Riwayat Konsultasi ini juga didukung oleh Halodoc, dimana di fitur ini kita bisa mengakses fitur ini untuk menemukan riwayat konsultasi yang merupakan hasil dari percakapan dengan dokter di aplikasi Pulse. Kita juga bisa menemukan dokumen pendukung seperti: catatan dokter, rekomendasi obat, dan rujukan dokter.

Oiya di fitur ini juga ada layanan PRUServices untuk pengguna  Pulse yang juga merupakan pemegang polis asuransi Prudential. Wagilasih Prudential keren bangettt.



So itu dia 4 fitur dari Pulse yang aku suka banget. Sebelum masuk ke Indonesia, Pulse ini pertama kali diluncurkan di Malaysia pada Agustus 2019 dan akan diluncurkan di Indonesia pada Maret 2020 ini.

Oiya walaupun Pulse ini besutan dari Prudential, pengguna polis selain Prudential juga bisa menggunakan aplikasi Pulse kokk. Jadi kalian ga usah ragu. Yuk #SehatBarengPulse dengan mendownload aplikasi Pulse by Prudential ini disini.

By the way untuk  yang udah cobain aplikasi Pulse ini ditunggu sharingnya yaaa 😊

Follow Kal di @kalenaefris