Selasa, 23 Maret 2021

Women Emporer Women! Bentuk Kepedulian FWD Terhadap Perempuan Indonesia

Beberapa hari yang lalu, tepatnya Tanggal 08 Maret diperingati sebagai International Women's Day (Hari Perempuan Internasional). Sudah menjadi stigma sejak lama bahwa wanita dan pria memiliki kesenjangan sosial yang berbeda. Hak-hak perempuan dalam kehidupan bersosial, lingkungan kerja, hingga berkeluarga, seringkali dianggap tidak sebebas kaum pria.


Senang banget karena sekarang gaung kesetaraan gender terdengar dimana-mana. Banyak progress positif yang berhasil dicapai dalam menciptakan kehidupan yang setara antara wanita dan pria, salah satunya dengan adanya perayaan Hari Perempuan Internasional ini.


Sejalan dengan tema Hari Perempuan Internasional, FWD Insurance ingin setiap orang untuk berani menghadapi perubahan dan tantangan sekaligus dapat merayakan hidup (celebrate living) serta dapat mengambil kendali penuh atas hidup dengan melakukan gebrakan #Bebaskan Langkah, Berani!




Kepedulian FWD Insurance Terhadap Perempuan Indonesia

Ngomongin tentang perempuan, pelopor asuransi jiwa berbasis digital PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) mengadakan Women's Gathering bertepatan dengan International Women's Day yang diperingati setiap tanggal 8 Maret.


Supaya selaras dengan tema Women's Gathering, kegiatan #RayakanHariPerempuanIndonesia ini diikuti oleh rekan media perempuan dan blogger perempuan, juga hadir 4 pemimpin perempuan di jajaran manajemen #FWDInsurance yang membagikan kisah inspiratif mereka.


Ke-empat pemimpin perempuan FWD Insurance tersebut yaitu :

  1. Ibu Randini - Chief Marketing Officer FWD Insurance
  2. Ibu Maria Magdalena - Chief Governance Officer dan Direktur Kepatuhan FWD Insurance
  3. Ibu Indrayana Agustsaputra - Chief Bancassurance Officer FWD Insurance
  4. Mrs. Carol Mary Quertier - Chief of Operations Officer FWD Insurance.


FWD Insurance mengadakan Women's Gathering selain untuk rayakan Hari Perempuan Indonesia, juga untuk merayakan keberagaman dan inklusivitas peran perempuan Indonesia, dan mengajak semua perempuan bangga terhadap keunikan dan keistimewaan mereka masing-masing.


Hmmm... ngomongin tentang keunikan dan keistimewaan perempuan, aku jadi nostalgia tentang masa kecilku yang rasa-rasanya sulit percaya jika melihat hobby aku yang sekarang. Aku lahir dengan tubuh yang sering sakit-sakitan dan tidak bisa berjalan hingga umur 4 tahun, dimana balita sudah bisa berjalan di umur 1 tahun. Lalu saat aku sudah bisa berjalan, aku justru terkena reumatik sejak kecil dimana penyakit ini biasanya dialami oleh orang yang sudah tua.


Saat masih SD kelas 1, aku sudah bisa jalan tapi sering banget jatuh. Kakiku belum terlalu kokoh dibanding teman-teman seumuranku. Lalu aku berkali-kali disuruh pulang saat SD karena sering sakit, juga dilarang ikut saat sekolah mengadakan kemah pramuka.


Namun dibalik itu semua, aku merasa bersyukur karena sebagai anak perempuan satu-satunya, aku berada di lingkungan keluarga yang tidak memanjakan dan tidak menganggap perempuan adalah mahluk lemah.


Lingkungan keluarga yang mensupport membuat aku percaya bahwa sebagai perempuan, aku juga bisa melakukan apa yang saudara laki-lakiku lakukan. Saat kakiku sudah normal dan fisik dalam kondisi sehat, selain melakukan aktifitas layaknya perempuan pada umumnya, aku juga melakukan aktifitas lelaki seperti memancing, memanjat pohon kelapa dan pohon-pohon besar lainnya, berenang menyeberang sungai, juga bermain permainan laki-laki seperti kelereng, catur, layangan, dll.


Lalu kembali ingat saat sudah dewasa ini, beberapa tahun yang lewat saat aku mudik, ayah bicara seperti ini "Ga nyangka anak ayah satu ini sekarang malah hobinya naik gunung. Padahal kalo diingat waktu kecil, boro-boro mau lari-lari, kakinya aja bisa jalan pas umur 4 tahun."


Sangat ga terduga, karena aku yang saat kecilnya adalah anak perempuan yang sering sakit dan kaki yang lemah, kini justru memutuskan merantau sendiri ke Jakarta dan melakukan banyak hal. Aku memutuskan keluar dari stigma bahwa perempuan itu hanya cocok di dapur dan kasur. Sebagai seorang perempuan, aku juga memiliki hobi yang didominasi laki-laki, yaitu berpetualang dan mendaki gunung.




“Kita bisa mempunyai passion yg diselaraskan dgn kehidupan kita." Ucapan ibu Randini atau biasa dipanggil Bu Kiki di saat Women's Gathering FWD Insurance membuatku semakin yakin untuk terus semangat menjalani passion. Bu Kiki menceritakan bagaimana beliau memiliki anak yang suka bermain sepak bola. Dari sinilah kecintaannya terhadap sepak bola muncul. Tidak hanya menyukai dunia sepak bola, namun beliau fokus pada passionnya terhadap bola hingga akhirnya memiliki sekolah bola sendiri. Ini adalah gebrakan yang luar biasa, dimana tidak semua pecinta sepak bola mampu memiliki sekolah sepak bola.


Dari Ibu Kiki pun aku belajar bahwa sebagai seorang perempuan, kita bisa tetap optimis, aktif dan ikut mengambil peran dalam berbagai hal. Dalam dunia kerja, di zaman sekarang sudah banyak perusahaan yang merekrut karyawan dengan fokus pada skill, dan mengesampingkan kriteria gender.


Hal ini juga berlaku di FWD Insurance. Ke-4 speaker di Women's Gathering ini menceritakan bagaimana mereka sebagai perempuan berkarir di FWD Insurance dan menjadi pemimpin-pemimpin FWD yang hebat. Di FWD Insurance, tidak ada perbedaan perlakuan antara laki-laki dan perempuan. Pencapaian karir didapatkan bukan karena faktor gender, tetapi karena skill dan kelayakan menjadi pemimpin.



FWD Community Ladies Talk

Semenjak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia pada Maret 2020, banyak hal berubah mulai dari rutinitas hingga pekerjaan.  Dengan segala perubahan yang terjadi, semakin banyak tantangan yang hadir bagi setiap orang, tidak terkecuali bagi perempuan karir di Indonesia. Perempuan dihadapkan dengan tantangan untuk dapat menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan di rumah yang kemudian membuat mereka menjadi lebih kuat dan resilient terhadap tantangan-tantangan yang ada.


Pada Women's Gathering ini, FWD Insurance mengajak perempuan-perempuan Indonesia untuk terus berani menuju versi merayakan kehidupan mereka dan yakin bahwa jika terjadi sesuatu, FWD Insurance tetap hadir untuk mendukung mereka. FWD membawa pendekatan baru untuk mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi.


Pandemi ini menuntut kita untuk tetap bekerja, namun tetap menjaga kesehatan dan tertib menjalankan protokol kesehatan. Bersamaan dengan merayakan Hari Perempuan Internasional, FWD Insurance meresmikan program #FWDCommunityLadiesTalk dengan tema Women Emporer Women sebagai wadah para perempuan untuk memberdayakan dan mendukung satu sama lain agar dapat terus maju di tengah masa-masa sulit saat ini.


Program ini mengajak perempuan di Indonesia untuk berkembang  bersama melalui serangkaian workshop dan coaching menarik terkait dengan literasi finansial, kesehatan mental, karir, wirausaha, dan berbagai topik lainnya. Disini FWD hadir dengan mendobrak stigma lama dan meyakini bahwa asuransi adalah sumber kekuatan.


Lingkungan memang berpengaruh pada banyak hal di diri kita. Lingkungan buruk menjadikan kita pribadi yang buruk, namun lingkungan supportif menjadikan kita perempuan yang semangat dan optimis.


Sebagai sesama perempuan, yuk saling support dengan menjadi bagian dari FWD Community Ladies Talk. Cara join komunitasnya juga mudah, hanya dengan mendownload FWD Max, join community, kemudian langsung dapat point 75ribu rupiah. Setelah itu kita tinggal menunggu email dari FWD. Mudah banget, bukan? Mulai sekarang yuk jangan takut untuk Bebaskan Langkah, berani! Jangan lupa follow Instagram @fwd_id untuk terus update dengan informasi seputar FWD ya! 

6 komentar:

  1. Keren nih kegiatan Women's Gathering kyk gini. Semoga aja bisa diadakan tiap tahun sbg bentuk apresiasi kepada wanita-wanita hebat di Indonesia 😍

    BalasHapus
  2. Suka banget sama konsepnya 😍. Sbg sesama wanita seneng bgt kalo ada gathering women kyk gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. kegiatan positif kyk gini sayang banget klo dilewatin emang

      Hapus

Follow Kal di @kalenaefris